Bursa Inovasi Desa di Natuna

Berdasarkan Nawacita Presiden Republik Indonesia ke 3, memberikan peluang bagi daerah pinggiran, desa dan perbatasan untuk menetapkan sektor pembangunan yang akan diprioritaskan melalui alokasi anggaran desa.

Namun sebagaimana aturan perundang-undangan yang berlaku, pengelolaan anggaran tersebut memiliki petunjuk teknis maupun administrasi yang sangat ketat dengan tujuan agar penyerapannya dapat lebih tepat guna, tepat manfaat dan tepat sasaran.

Oleh karenanya, seluruh Kepala Desa hendaknya selalu menyandarkan pengelolaan keuangan desa bagi pembangunan dan pelayanan pemerintahan kepada peraturan yang berlaku, demi mencegah penyalahgunaan kewenangan dan pemanfaatannya.

Hal diatas disampaikan Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa Kabupaten Natuna Tahun 2018, yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Sri Serindit, Ranai, Rabu (26/9) pagi.

Turut hadir ketua DPRD Kabupaten Natuna, Kepala BPMD Provinsi Kepulauan Riau, Anggota FKPD, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, para Camat, Kepala Desa dan Anggota BPD se-Kabupaten Natuna serta tokoh masyarakat.

Hamid Rizal menerangkan bahwa Kabupaten Natuna adalah salah satu dari 434 Kabupaten/Kota se-Indonesia yang saat ini berupaya mengimplementasikan Program Inovasi Desa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta membangun kapasitas desa yang bersifat berkelanjutan.
Dari seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepri, Kabupaten Natuna merupakan daerah pertama yang menyelenggarakan kegiatan ini.

Hal ini membuktikan bahwa pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan sangat serius dalam komitmennya untuk mendukung peningkatan peran pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakatnya, diantaranya melalui berbagai rancangan inovasi desa yang mungkin dapat diterapkan.

Selanjutnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Natuna, Indra Jhoni menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa yang lebih berkualitas, efektif dan efisien dengan memberikan contoh-contoh inovasi pada proses perencanaan pembangunan desa dan memperkuat peran pendamping dengan berbagai referensi rancangan inovasi pada proses pembangunan desa. (Humas_Pro/Diana, Sri)

photo : #pcs

RILIS PERS, Nomor : 700 /IP/HUMAS-PROTOKOL/2018